Sepak Terjang FPI

hancau.net – Front Pembela Islam, atau yang lebih kita kenal dengan nama FPI. Mendeklarasikan diri pada tanggal 17 Agustus 1998. Sekitar 3 bulan setelah lengsernya kekuasaan orde baru yang dipimpin oleh Soeharto selama 32 tahun. Sepak terjang FPI sudah tidak bisa diragukan lagi di Indonesia.

Kini, Organisasi Islam itu sudah tamat riwayatnya. Tepat kemarin (30/12/2020), Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan maklumat. Bahwasanya FPI menjadi organisasi terlarang di Indonesia.

Dasar hukum pelarangan FPI ini disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej. Dia menegaskan FPI tak memenuhi persyaratan untuk memperpanjang izin.

“Surat keterangan terdaftar Front Pembela Islam sebagai organisasi kemasyarakatan berlaku sampai 20 Juni 2019. Hingga saat ini Front Pembela Islam belum memenuhi persyaratan untuk memperpanjang SKD itu. Oleh karena itu, secara de jure, 21 Juni 2019 Front Pembela Islam dianggap bubar,” ujar Edward, yang akrab disapa Eddy, Rabu (30/12/2020).

22 tahun FPI berkecimpung dan berorganisasi di Indonesia. Ada pro dan kontra di dalam setiap aksi yang mereka lakukan. Ada yang setuju, ada pula yang tidak. Terlepas dari segala hal politis yang sedang terjadi di negeri ini.

Kali ini kita akan membahas terkait sepak terjang FPI di Indonesia selama 22 tahun organisasi Islam ini berdiri. Seperti yang sudah saya tulis di atas, sepak terjang FPI mendapat banyak sorotan. Ada yang pro ada juga yang kontra. Kita akan membahas keduanya.

Sepak Terjang FPI di Dalam Aksi Sosial

Tsunami Aceh – 2004

FPI menerjunkan ratusan laskar yang bertugas melakukan evakuasi jenazah. Mereka berhasil mengevakuasi sekitar 100 ribu jenazah.

 

Gempa Sumatra Barat – 2009

Laskar FPI melakukan pencarian korban, pendistribusian bantuan dan pencerahan keagamaan. Serta pemulihan mental pada bencana gempa di Sumatra Barat pada 2009.

 

Program Bedah Kampung – 2014

Kementerian Sosial menggandeng FPI untuk melaksanakan program bedah kampung di Kabupaten Tegal.

 

Tsunami Selat Sunda – 2018

FPI menerjunkan ribuan laskar guna menangani bencana yang melanda Banten dan sekitarnya pada akhir 2018 tersebut.

 

Gempa dan Tsunami Palu – 2018

Laskar FPI terjun melakukan evakuasi korban gempa dan mendirikan posko bantuan di Petobo, Kota Palu.

 

Banjir DKI Jakarta – 2019

FPI mendirikan posko dan pengungsian bagi para warga yang terdampak banjir di Jakarta Selatan pada akhir tahun.

 

Banjir Luwu Utara – 2020

Sekitar 110 laskar FPI menjalankan misi kemanusiaan selama 80 hari saat banjir bandang melanda Masamba, Luwu Utara.

 

Baca juga: Kode Etik, Etika Dalam Berkode, Kode Dalam Beretika

 

Selain beberapa kegiatan sosial, sepak terjang FPI juga terkenal dengan aksi main hakimnya. Seperti sweeping, razia, premanisme dan aksi geruduk lainnya. Beberapa aksi tersebut menimbulkan insiden yang tidak terelakkan. Berikut ringkasannya.

 

Sepak Terjang FPI di Dalam Insiden

Peristiwa Insiden Ketapang – 1998

Melibatkan ratusan preman ambon. Perkelahian meletus setelah terjadi perusakan sebuah masjid di bilangan Ketapang, Gajah Mada, Jakarta Pusat. Kurang lebih 600 orang preman yang diduga berasal dari Ambon. FPI dan warga berhasil memukul mundur para penyerang. Reputasi FPI melonjak setelah peristiwa ini.

 

Menutup Tempat Pelacuran dan Perjudian – 1999

Laskar Pembela Islam menutup tempat perjudian di Petojo Utara dan tempat pelacuran di Ciputat, Tanah Abang, Jakarta.

 

Unjuk Rasa – 2000

Di bulan Agustus, ratusan massa FPI berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta. Kemudian, pada bulan Oktober, ratusan demonstran FPI menolak perwakilan Yahudi dari Israel yang akan menghadiri konferensi Inter-Parliamentary Union ke-104 di Jakarta. Pada bulan Desember, ribuan anggota FPI mendatangi pusat pelacuran Cikijing di perbatasan Subang-Karawang.

 

Bentrok dengan Mahasiswa – 2001

Bentrokan terjadi antara Laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan laskar.

 

Sweeping dan Geruduk Tempat Hiburan – 2002

Pada bulan Maret. Sekitar 300 masa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No. 241, Karet, Jakarta. Masih di bulan yang sama, sekitar 50 anggota FPI mendatangi diskotek New Star di Jl. Raya Ciputat. Mereka menuntut agar diskotek menutup aktivitasnya.

Di bulan Mei, puluhan massa dari FPI di bawah pimpinan Tubagus Sidiq, menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Usai berunjuk rasa menolak pencalonan kembali Sutiyoso sebagai gubernur Jakarta. Massa FPI merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak di antaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe. Peristiwa ini terjadi pada bulan Juni.

 

Menyerbu Sekolah – 2004

FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur sambil mengacung-acungkan senjata. Kemudian, memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. FPI menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik, karena mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara. Padahal, ruangan itu sudah digunakan selama sepuluh tahun.

 

Menyerang Kantor Playboy – 2006

FPI menyerang dan merusak kantor majalah Playboy Indonesia. Massa merusak kantor Majalah Playboy Indonesia di Gedung ASEAN Aceh Fertilzer. Mereka menghancurkan kaca-kaca gedung. Dua polisi terluka. Aksi ini dilakukan lantaran penolakan FPI terhadap majalah ini dengan alasan berbau pornografi.

 

Pengrusakan Warung – 2007

Di Ciamis, FPI merusak warung yang buka pada bulan puasa. Serta memukuli penjual dan pembelinya. Alasannya mereka menjual barang-barang haram (seperti minuman keras) di bulan Ramadan.

 

Bentrok dengan Polisi – 2011

Ratusan anggota FPI bentrok dengan anggota Polres Metro Bekasi saat menggelar unjuk rasa di depan Sekolah Yayasan Mahanaim di Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat. FPI menilai yayasan sekolah telah melakukan pemurtadan agama terhadap warga Bekasi sejak tahun 2008 silam. Dalam aksi itu, massa FPI melempari bangunan Sekolah Yayasan Mahanaim, dengan batu dan benda keras lainnya.

 

Penganiayaan di Rental PS Berakhir dengan Adu Bacok – 2013

FPI terlibat adu bacok dengan warga Desa Kandang Semangkon, Lamongan, Jawa Timur. Hal ini berawal dari penganiayaan anggota FPI kepada tiga orang warga di sebuah rental Playstation.

 

Lanjut ke tahun-tahun berikutnya, kita bisa melihat sendiri beberapa sepak terjang FPI. Namun tampaknya lebih merambah ke dunia perpolitikan. Hingga puncaknya, terjadi penembakan terhadap 6 orang laskar FPI saat perjalan mengamankan Habib Rizieq.

Sekarang FPI telah terlarang. Menurut selentingan kabar yang beredar di jagat maya, FPI akan muncul dengan nama baru. Kita lihat saja sepak terjang FPI selanjutnya di masa mendatang.

Baca juga: Menyongsong New Normal, Karena Corona Tak Akan Pernah Hilang

Editor:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *